Menurunkan berat badan sering kali terasa lebih sulit dari yang dibayangkan. Pola makan sudah dijaga, porsi dikurangi, bahkan melakukan olahraga rutin, tetapi angka di timbangan seolah tidak bergerak.
Situasi ini kerap membuat seseorang merasa gagal atau kurang disiplin dalam menurunkan berat badan, padahal penyebabnya tidak selalu sesederhana itu.
Dalam banyak kasus, ada faktor dari dalam tubuh yang sering tidak disadari, yaitu hormon. Hormon berperan besar dalam mengatur cara tubuh menyimpan, membakar, atau mempertahankan lemak.
Karena itu, memahami peran hormon dalam penurunan berat badan sangat penting agar proses diet terasa lebih realistis dan kita tidak terlalu menyalahkan diri sendiri.
Baca Juga: 8 Jenis Diet Terpopuler: Mana yang Aman untuk Tubuhmu?
Peran Hormon dalam Mengatur Berat Badan
Hormon adalah “pembawa pesan” di dalam tubuh yang mengatur berbagai fungsi penting. Fungsinya mencakup metabolisme, rasa lapar, rasa kenyang, hingga penyimpanan energi.
Saat sistem hormon bekerja seimbang, tubuh dapat menyesuaikan kebutuhan energi dengan lebih baik.
Namun, jika terjadi gangguan atau ketidakseimbangan hormon, tubuh bisa memberi sinyal yang membingungkan. Rasa lapar muncul terus-menerus, metabolisme melambat, atau lemak lebih mudah disimpan meski asupan makan sudah dibatasi.
Inilah alasan mengapa dua orang dengan pola makan yang mirip bisa mendapatkan hasil penurunan berat badan yang sangat berbeda.
Dalam konteks ini, hormon bukanlah “penghalang”, tetapi faktor biologis yang perlu dipahami dan dikelola dengan tepat.
Jenis Hormon yang Berpengaruh pada Penurunan Berat Badan
1. Hormon Insulin
Insulin berperan dalam mengatur kadar gula darah dan membantu tubuh menyimpan energi. Namun, ketika kadar insulin tinggi, misalnya akibat pola makan tinggi gula dan karbohidrat sederhana, tubuh cenderung lebih mudah menyimpan lemak dan lebih sulit membakarnya.
Kondisi resistensi insulin membuat tubuh seolah “tidak peka” terhadap insulin, sehingga proses pembakaran lemak menjadi kurang optimal.
Hal ini sering dialami oleh orang dengan berat badan berlebih atau gangguan metabolik tertentu.
2. Hormon Leptin dan Ghrelin
Leptin dikenal sebagai hormon kenyang, sedangkan ghrelin adalah hormon lapar. Idealnya, leptin memberi sinyal bahwa tubuh sudah cukup makan, dan ghrelin meningkat saat tubuh membutuhkan energi.
Ketidakseimbangan kedua hormon ini bisa menyebabkan rasa lapar berlebih, terutama saat seseorang menjalani diet ketat atau kurang tidur. Akibatnya, diet terasa sangat berat dan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
3. Hormon Kortisol
Kortisol adalah hormon stres. Dalam kadar normal, kortisol membantu tubuh menghadapi situasi darurat. Namun, stres berkepanjangan dapat meningkatkan kadar kortisol secara kronis.
Kortisol yang tinggi sering dikaitkan dengan penumpukan lemak, terutama di area perut. Selain itu, stres juga dapat memicu keinginan makan berlebih, khususnya makanan tinggi gula dan lemak.
4. Hormon Tiroid
Hormon tiroid berperan besar dalam mengatur kecepatan metabolisme tubuh. Jika produksi hormon tiroid rendah, metabolisme melambat, sehingga tubuh membakar kalori lebih sedikit dalam kondisi istirahat.
Gangguan tiroid sering membuat penurunan berat badan menjadi lebih sulit meski pola makan sudah dijaga.
Baca Juga: Perbedaan Diet Sehat dan Diet Instan: Jangan Sampai Salah Pilih
Kenapa Diet Tidak Berhasil Jika Faktor Hormon Tidak Diperhatikan?
Banyak orang menganggap diet gagal hanya karena kurang niat atau disiplin. Padahal, faktor hormon dalam penurunan berat badan dapat membuat tubuh justru “melawan” usaha diet itu sendiri.
Diet yang terlalu ketat, misalnya, justru bisa menurunkan hormon leptin dan meningkatkan ghrelin. Tubuh menganggap dirinya sedang berada dalam kondisi kekurangan energi, sehingga berusaha mempertahankan berat badan dengan memperlambat metabolisme.
Selain itu, kurang tidur dan stres kronis sering memperburuk keseimbangan hormon. Akibatnya, seseorang merasa sudah melakukan segalanya dengan benar, tetapi hasilnya tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan.
Cara Mendukung Keseimbangan Hormon Saat Menurunkan Berat Badan
Pendekatan yang lebih sehat adalah membantu tubuh menyeimbangkan hormon secara bertahap. Hal ini tidak selalu memerlukan tindakan ekstrem, tetapi lebih kepada konsistensi gaya hidup.
Pola makan seimbang dengan asupan protein yang cukup, serat yang memadai, dan lemak sehat membantu menjaga kestabilan gula darah serta hormon insulin. Selain itu, tidur yang cukup juga berperan penting dalam mengatur hormon lapar dan stres.
Aktivitas fisik ringan hingga sedang yang dilakukan secara konsisten dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar kortisol. Yang tidak kalah penting, proses penurunan berat badan sebaiknya dijalani secara bertahap dan tidak terburu-buru.
Pendekatan yang Lebih Realistis untuk Penurunan Berat Badan
Memahami bahwa tubuh bekerja sebagai satu sistem membantu kita melihat diet dengan cara yang lebih manusiawi. Penurunan berat badan bukan hanya soal kemauan, tetapi juga tentang bagaimana tubuh merespons secara biologis.
Pendekatan berbasis kesehatan yang mempertimbangkan faktor hormon, metabolisme, dan kondisi individu cenderung memberikan hasil yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Alih-alih memaksakan satu metode untuk semua orang, pendekatan ini menyesuaikan strategi dengan kebutuhan tubuh masing-masing.
Baca Juga: Cara Menurunkan Berat Badan yang Aman Menurut Dokter Gizi
Memahami Tubuh, Bukan Melawannya
Jika penurunan berat badan terasa lebih lambat atau stagnan, itu bukan berarti usaha yang dilakukan sia-sia. Bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal bahwa ada faktor internal yang perlu diperhatikan lebih lanjut.
Dengan memahami peran hormon dalam penurunan berat badan, proses diet dapat dijalani dengan lebih sabar dan realistis. Mencari panduan yang tepat, termasuk memahami kondisi metabolik dan hormonal, dapat membantu menemukan strategi yang lebih sesuai, aman, dan berkelanjutan bagi tubuh Anda.
Seblum memutuskan untuk diet, konsultasikan kebutuhan tubuh Anda dengan dokter spesialis gizi agar diet dapat berjalan dengan tepat dan sesuai tubuh Anda!
Referensi:
- National Library of Medicine, diakses pada Januari 2026, Important Hormones Regulating Lipid Metabolism
- Grace Private, diakses pada Januari 2026, The 6 hormones that could be affecting your weight loss
- National Library of Medicine, diakses pada Januari 2026, Roles of leptin and ghrelin in the loss of body weight caused by a low fat, high carbohydrate diet





