8 Jenis Diet Terpopuler: Mana yang Aman untuk Tubuhmu?

8 Jenis Diet Terpopuler: Mana yang Aman untuk Tubuhmu?

Banyak orang mengira diet itu identik dengan lapar, makan rebusan, atau sekadar tren musiman. Padahal, diet sebenarnya adalah pola makan yang diatur agar sesuai kebutuhan tubuh, bukan sekadar cara cepat menurunkan berat badan.

Setiap orang memiliki kebutuhan kalori dan metabolisme yang berbeda. Karena itu, jenis diet yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk yang lain.

Maka penting untuk mengenali jenis-jenis diet, manfaat, dan risikonya sebelum memutuskan mana yang paling sesuai dengan kondisi tubuhmu.

Baca Juga: Rahasia Pola Makan Sehat agar Badan Tetap Ideal

Apa Itu Diet Sebenarnya?

Secara medis, diet adalah pola pengaturan makanan yang disesuaikan dengan tujuan tertentu, baik untuk menjaga kesehatan, menurunkan berat badan, maupun membantu penyembuhan penyakit.

Jadi, diet bukan sekadar membatasi makanan, tapi menyesuaikan asupan nutrisi agar tubuh bekerja optimal.

Misalnya, seseorang dengan kolesterol tinggi perlu diet rendah lemak, sementara orang dengan aktivitas tinggi butuh lebih banyak protein dan karbohidrat kompleks.

Jenis-Jenis Diet yang Populer dan Efektif

Berikut beberapa jenis diet yang sering dibicarakan dan diterapkan di masyarakat, lengkap dengan penjelasan, kelebihan, dan hal yang perlu diperhatikan:

1. Diet Mediterania

Dilansir dari Healthline, Diet ini dianggap salah satu yang paling sehat di dunia. Terinspirasi dari pola makan masyarakat Yunani dan Italia, diet Mediterania menekankan pada makanan alami seperti sayur, buah, biji-bijian utuh, ikan, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

Kelebihan:

  • Kaya antioksidan dan lemak sehat.
  • Menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
  • Cocok untuk diet jangka panjang karena fleksibel.

Hal yang perlu diperhatikan:

Masih perlu pengaturan porsi karena penggunaan minyak zaitun berlebih tetap bisa meningkatkan kalori total.

2. Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension)

Dilansir dari Heart & Stroke, Diet ini dikembangkan untuk menurunkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung. Fokusnya pada pengurangan garam, lemak jenuh, dan peningkatan konsumsi sayur, buah, serta produk susu rendah lemak.

Kelebihan:

  • Menurunkan tekanan darah secara alami.
  • Cocok untuk penderita hipertensi atau kolesterol tinggi.
  • Menyediakan nutrisi seimbang tanpa perlu puasa ekstrem.

Hal yang perlu diperhatikan:

Tidak ideal untuk mereka yang membutuhkan diet tinggi lemak sehat, seperti orang-orang yang melakukan olahraga intens.

3. Diet Keto (Ketogenic Diet)

Diet ini sangat populer beberapa tahun terakhir. Prinsipnya adalah mengurangi karbohidrat secara drastis dan menggantinya dengan lemak sehat agar tubuh masuk ke kondisi ketosis, di mana tubuh membakar lemak sebagai sumber energi utama.

Kelebihan:

  • Cepat menurunkan berat badan.
  • Mengurangi nafsu makan karena kadar gula stabil.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Efek samping awal: pusing, lemas (keto flu).
  • Tidak cocok untuk penderita penyakit ginjal atau hati.
  • Perlu pengawasan medis agar tidak kekurangan serat dan vitamin.

4. Diet Intermittent Fasting (Puasa Berselang)

Diet ini mengatur waktu makan, bukan jenis makanan. Umumnya dilakukan dengan metode 16:8 (puasa 16 jam, makan 8 jam) atau 5:2 (makan normal 5 hari, kalori terbatas 2 hari).

Kelebihan:

  • Meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Membantu menurunkan berat badan tanpa menghitung kalori terlalu ketat.
  • Baik untuk detoksifikasi sel dan metabolisme.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Tidak cocok untuk orang dengan maag berat atau hipoglikemia.
  • Jika tidak teratur, bisa memicu makan berlebihan saat “jam bebas”.

5. Diet Plant-Based (Berbasis Nabati)

Jenis diet ini fokus pada makanan dari tumbuhan seperti buah, sayur, kacang, dan biji-bijian, serta membatasi konsumsi daging dan produk hewani.

Kelebihan:

  • Tinggi serat, rendah kolesterol.
  • Menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis.
  • Ramah lingkungan.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Kekurangan vitamin B12, zat besi, dan omega-3 jika tidak diatur dengan baik.
  • Perlu variasi menu agar tetap seimbang.

6. Diet Mayo

Dilansir dari WebMD, Diet ini berlangsung selama 13 hari dan bertujuan mengatur ulang metabolisme tubuh dengan membatasi asupan karbohidrat serta garam.

Kelebihan:

  • Hasil cepat terlihat dalam waktu singkat.
  • Membantu mengurangi retensi cairan.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Tidak disarankan jangka panjang karena bisa menyebabkan defisit nutrisi.
  • Berat badan mudah naik kembali jika pola makan lama tidak diubah.

7. Diet Rendah Karbohidrat (Low-Carb Diet)

Mirip dengan keto, tapi tidak seketat itu. Karbohidrat tetap dikonsumsi, hanya saja porsinya dikontrol.

Kelebihan:

  • Membantu menurunkan berat badan dengan stabil.
  • Gula darah lebih terkontrol.

Hal yang perlu diperhatikan:

Jika terlalu rendah, bisa menyebabkan tubuh cepat lelah atau sulit fokus.

8. Diet Paleo

Terinspirasi dari pola makan manusia purba, diet ini menghindari makanan olahan dan fokus pada daging tanpa lemak, ikan, sayur, buah, dan biji-bijian.

Kelebihan:

  • Minim makanan olahan dan gula tambahan.
  • Dapat meningkatkan energi dan metabolisme.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Sulit dilakukan jangka panjang.
  • Beberapa kelompok makanan sehat seperti susu dan kacang dihindari.

Apakah Semua Diet Aman untuk Semua Orang?

Tidak. Meski banyak jenis diet tampak menjanjikan, setiap tubuh punya kebutuhan yang unik. Jenis diet yang sukses pada orang lain bisa jadi berisiko untukmu.

Misalnya:

  • Diet keto bisa berbahaya bagi penderita gangguan ginjal.
  • Intermittent fasting tidak cocok untuk orang dengan maag kronis.
  • Diet rendah karbohidrat bisa membuat tubuh lemas pada orang yang aktif berolahraga.

Karena itu, konsultasi dengan dokter gizi adalah langkah paling bijak sebelum memulai diet apapun. Dengan bimbingan yang tepat, kamu bisa mendapatkan hasil yang aman dan berkelanjutan tanpa mengorbankan kesehatan.

Baca Juga: Gizi Sehat & Peran Dokter Spesialis Gizi: Panduan Lengkap untuk Kesehatan Anda

Tips Menentukan Jenis Diet yang Tepat

Sebelum memilih diet, pertimbangkan hal-hal berikut:

  1. Tujuan utama kamu. Apakah untuk menurunkan berat badan, menjaga gula darah, atau sekadar hidup lebih sehat?
  2. Kondisi kesehatan. Konsultasikan bila kamu memiliki riwayat medis tertentu.
  3. Gaya hidup. Pilih diet yang realistis dijalani dalam jangka panjang.
  4. Kebutuhan nutrisi. Pastikan dietmu tetap mengandung semua unsur penting (karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral).

Temukan Pola Makan dan Jenis Diet yang Sesuai Tubuhmu di EterniSlim

Kalau kamu masih bingung diet mana yang cocok, kamu tidak sendiri. Banyak orang gagal diet bukan karena kurang niat, tapi karena salah memilih jenis diet yang sesuai kebutuhan tubuhnya.

Di Poli Gizi EterniSlim, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dr. Rosa Kristiansen, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik.

Konsultasikan sekarang di Poli Gizi EterniSlim dan temukan jenis diet terbaik untuk tubuh sehatmu!

Referensi: 

Mau Dapatkan Solusi Untuk Masalah Kulitmu?

Segera konsultasikan masalah kulitmu dengan dokter Eterniskin dan dapatkan solusi terbaik.

Artikel Terkait