Perawatan wajah kini semakin beragam, mulai dari facial, treatment injeksi seperti skin booster, hingga filler yang sering dikaitkan dengan perubahan bentuk wajah.
Sayangnya, banyak orang masih menyamakan ketiganya atau justru ragu memilih karena khawatir hasilnya tidak sesuai harapan.
Padahal, setiap perawatan memiliki tujuan dan cara kerja yang berbeda. Memahami perbedaan skin booster vs filler vs facial akan membantu kamu memilih treatment yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan kulit, bukan sekadar mengikuti tren.
Kenali Perbedaan Setiap Jenis Perawatan
Facial merupakan perawatan wajah yang paling umum dan sudah lama dikenal. Treatment ini bekerja di permukaan kulit untuk membersihkan, menutrisi, dan membantu regenerasi sel kulit mati.
Facial biasanya dilakukan secara rutin untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit bagian luar.
Skin booster termasuk dalam kategori perawatan wajah injectable. Treatment ini menggunakan injeksi ringan untuk memasukkan bahan aktif ke lapisan kulit yang lebih dalam.
Skin booster bertujuan untuk memperbaiki kualitas kulit dari dalam tanpa mengubah bentuk wajah.
Sementara itu, filler adalah treatment injeksi yang bertujuan membentuk atau menambah volume pada area tertentu, seperti pipi, dagu, atau garis wajah. Filler lebih berfokus pada struktur dan kontur wajah.
Baca Juga: Apa Itu Skin Booster? Manfaat, Jenis, dan Cara Kerjanya untuk Kulit
Perbedaan Skin Booster, Filler, dan Facial dari Berbagai Aspek
Perbedaan Tujuan Perawatan
Perbedaan utama antara ketiganya terletak pada tujuannya. Facial bertujuan menjaga kebersihan dan kesehatan kulit permukaan.
Skin booster bertujuan meningkatkan kualitas kulit secara menyeluruh, mulai dari kelembapan, elastisitas, hingga tekstur kulit.
Sedangkan filler bertujuan memperbaiki atau membentuk kontur wajah.
Karena tujuan yang berbeda ini, hasil yang diharapkan dari masing-masing treatment juga tidak bisa disamakan.
Perbedaan Lapisan Kulit yang Dikerjakan
Facial bekerja di lapisan epidermis atau lapisan paling luar kulit. Inilah alasan mengapa hasil facial terasa segar dan bersih, tetapi tidak terlalu bertahan lama.
Skin booster bekerja di lapisan dermis, yaitu lapisan kulit yang berperan penting dalam hidrasi, elastisitas, dan struktur kulit.
Dengan menjangkau dermis, skin booster dapat memberikan efek yang lebih dalam dan bertahap.
Filler juga bekerja di lapisan dermis hingga subdermis, tergantung jenis dan tujuannya. Namun fokusnya bukan kualitas kulit, melainkan volume dan bentuk.
Perbedaan Hasil dan Durasi Efek
Hasil facial biasanya langsung terasa, tetapi bersifat sementara dan perlu dilakukan rutin.
Skin booster memberikan hasil yang lebih natural dan bertahap, dengan durasi efek yang bisa bertahan beberapa bulan tergantung jenis dan kondisi kulit.
Filler cenderung memberikan hasil yang lebih terlihat secara visual, terutama pada perubahan kontur wajah, dengan durasi yang relatif lebih lama dibanding skin booster atau facial.
Skin Booster vs Filler vs Facial: Mana yang Tepat untuk Kamu?
Pemilihan treatment sangat bergantung pada kebutuhan kulit dan tujuan yang ingin dicapai. Jika kulit terasa kusam, kering, atau kurang kenyal, skin booster sering menjadi pilihan yang lebih tepat dibanding filler.
Jika tujuan utamanya adalah menjaga kebersihan kulit dan tampilan segar, facial rutin sudah cukup.
Namun, bila ada kebutuhan untuk membentuk kontur wajah atau mengoreksi volume, filler bisa menjadi opsi yang relevan, tentu dengan berbagai pertimbangan medis yang matang.
Karena itu, memahami perbedaan skin booster dan filler serta perannya masing-masing dapat membantu menghindari ekspektasi yang keliru.
Baca Juga: Penting! Ini Pantangan Setelah Filler Hidung, Dagu & Lainnya
Kapan Sebaiknya Memilih Skin Booster?
Skin booster biasanya dipilih ketika seseorang ingin memperbaiki kualitas kulit tanpa terlihat “diapa-apakan”. Treatment ini cocok bagi mereka yang ingin hasil alami, bukan perubahan bentuk wajah.
Skin booster juga sering direkomendasikan sebagai perawatan preventif, untuk menjaga kondisi kulit sebelum tanda penuaan semakin jelas.
Dalam beberapa kasus, skin booster bahkan digunakan sebagai perawatan pendukung setelah laser atau treatment lainnya.
Siapa yang Tidak Disarankan Menjalani Perawatan Injectable?
Meski tergolong aman jika dilakukan oleh tenaga medis, perawatan wajah injectable tidak selalu cocok untuk semua orang.
Kondisi kulit tertentu, kehamilan, atau gangguan medis tertentu bisa menjadi pertimbangan untuk menunda treatment injectable.
Karena itu, konsultasi sebelum menjalani skin booster atau filler menjadi langkah penting agar perawatan yang dipilih benar-benar sesuai dan aman.
Panduan Singkat Memilih Perawatan Wajah yang Tepat
Daripada bertanya mana yang “paling bagus”, pertanyaan yang lebih tepat adalah: apa yang sedang dibutuhkan kulitmu saat ini?
Kulit yang sehat tidak selalu membutuhkan filler, dan kulit yang kusam tidak selalu cukup dengan facial.
Pendekatan yang tepat adalah melihat kondisi kulit secara menyeluruh, tujuan jangka pendek dan panjang, serta kenyamanan pribadi terhadap jenis perawatan tertentu.
Baca Juga: 11 Treatment Wajah Glowing di Klinik Kecantikan
Menentukan Pilihan dengan Lebih Bijak
Memahami perbedaan skin booster vs filler vs facial membantu kita melihat bahwa setiap perawatan memiliki perannya masing-masing.
Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk secara mutlak, yang ada adalah kesesuaian dengan kebutuhan kulit.
Jika kamu masih ragu menentukan pilihan, berdiskusi dengan tenaga medis dapat membantu menjelaskan opsi perawatan secara objektif.
Dengan begitu, keputusan yang diambil bukan hanya berdasarkan tren, tetapi benar-benar berdasarkan kebutuhan kulit dan kesehatan jangka panjang.
Referensi:
- Cleveland Clinic, diakses pada Januari 2026, Facials: What Are They, and What Do They Really Do?
- Mesoestetic, diakses pada Januari 2026, Skinbooster treatment: what is it, and what are the benefits?
- Studio MedSPA, diakses pada Januari 2026, 7 Benefits of Dermal Fillers in Your Anti-Aging Regimen






