Anda bercermin dan melihat noda kecokelatan di pipi atau area atas bibir yang sudah lama tidak hilang. Anda mungkin sudah mencoba berbagai treatment glowing. Kulit terasa lebih lembap dan lebih segar, tapi flek atau bahkan melasma itu masih tetap terlihat.
Di titik itu, wajar kalau muncul pertanyaan: sebenarnya skin booster bisa membantu flek atau melasma, tidak?
Kalau Anda pernah merasakan hal ini, Anda tidak sendirian.
Di klinik, dokter cukup sering menjumpai keluhan seperti ini, terutama pada orang yang merasa kualitas kulitnya sudah membaik, tetapi warna kulitnya masih tampak belum merata.
Mengapa Banyak Orang Mengira Skin Booster Bisa Menghilangkan Flek?
Skin booster memang bisa membantu memperbaiki kualitas kulit yang mengalami masalah pigmentasi, tapi perannya bukan sebagai “penghapus” utama flek atau melasma.
Yang sering terjadi justru ekspektasinya bercampur. Saat kulit terlihat lebih glowing dan cerah setelah treatment, flek pun tampak sedikit tersamarkan. Dari situ, banyak orang mengira treatment glowing otomatis bisa menghilangkan noda gelap.
Menurut dr. Andreas Widiansyah, SpDVE, FINSDV, FAADV, tidak sedikit pasien yang datang dengan harapan skin booster bisa bekerja seperti penghapus ajaib yang membuat flek memudar dalam semalam.
Padahal, cara kerja skin booster sebenarnya ada di level yang berbeda.
Skin booster membantu memperbaiki hidrasi dan kualitas kulit dari dalam. Kulit jadi terasa lebih kenyal, lebih sehat, dan tampak lebih bercahaya. Dengan “kanvas” kulit yang lebih baik, warna kulit secara keseluruhan memang bisa terlihat lebih segar.
Tapi itu bukan berarti melanin yang sudah menumpuk di lapisan kulit akan ikut hilang begitu saja.
Flek Kamu Sebenarnya Termasuk yang Mana?
Tidak semua noda gelap di wajah membutuhkan penanganan yang sama. Hal ini penting karena jika Anda salah mengenali masalahnya, Anda bisa memilih treatment yang kurang tepat.
Di klinik, saat konsultasi, dr. Andreas Widiansyah, SpDVE, FINSDV, FAADV biasanya membedakan beberapa kondisi yang sekilas terlihat mirip, padahal penyebabnya berbeda.
| Kondisi Kulit | Penyebab Utama | Karakteristik |
|---|---|---|
| Kulit Kusam | Dehidrasi, Sel Mati | Kurang Cerah |
| Bekas Jerawat (PIH) | Radang Jerawat | Noda Cokelat |
| Flek Matahari | Paparan UV | Bintik Cokelat Jelas |
| Melasma | Hormonal & UV | Bercak Lebar, Tak Beraturan |
- Kulit kusam biasanya bukan karena melanin berlebih. Penyebabnya lebih sering karena kulit dehidrasi, penumpukan sel kulit mati, atau berkurangnya kadar asam hialuronat alami.
- Bekas jerawat (PIH/PIE) muncul setelah peradangan jerawat mereda. Dalam dunia medis, istilah PIH merujuk pada noda berwarna kecokelatan, sedangkan istilah PIE mengacu pada noda kemerahan yang berkaitan dengan pelebaran pembuluh darah.
- Flek matahari umumnya berupa bintik cokelat dengan batas yang cukup jelas, dan sering muncul di area yang lama terpapar sinar UV.
- Sementara itu, melasma punya karakter yang berbeda. Bercaknya biasanya lebih lebar, batasnya tidak terlalu tegas, dan sering muncul secara simetris di kedua sisi wajah. Faktor hormonal dan paparan sinar matahari sama-sama berperan dalam kondisi ini.
Jadi, kalau Anda melihat noda yang muncul dengan pola yang mirip di kedua pipi, jangan buru-buru menganggapnya sebagai flek biasa.
Menurut dr. Andreas, kondisi seperti ini lebih mengarah ke melasma wajah, sehingga dokter perlu menerapkan pendekatan treatment yang berbeda.
Kapan Skin Booster Masih Berguna, dan Kapan Harus Treatment Lain?

Kalau fleknya sudah cukup dalam atau melasma sudah lama dan sulit membaik, skin booster saja biasanya belum cukup.
Tapi bukan berarti skin booster tidak punya peran.
Beberapa jenis skin booster, seperti PDRN atau formula HA tertentu, dalam beberapa studi menunjukkan potensi membantu menghambat pembentukan melanin sekaligus memperkuat skin barrier yang sering terganggu pada kulit dengan melasma.
Dalam praktiknya, dokter juga sering mengombinasikan skin booster dengan treatment lain. Misalnya, saat mengombinasikannya dengan laser, dokter dapat memberikan skin booster sebelum dan sesudah tindakan untuk membantu memperbaiki kualitas kulit.
Kombinasi ini juga dapat memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan penggunaan laser saja. Namun, setiap orang dapat memberikan respons yang berbeda terhadap treatment ini.
Untuk flek yang lebih dalam atau melasma yang sudah membandel, dokter biasanya perlu menambahkan terapi lain.
Dokter dapat memilih beberapa treatment, seperti laser khusus pigmen (Picosecond laser), obat topikal seperti Tranexamic Acid atau Hydroquinone dengan pengawasan dokter, serta eksosom pada kasus tertentu yang memiliki komponen peradangan.
Di klinik, dokter cukup sering menemukan satu hal: banyak pasien merasa sudah rutin memakai sunscreen, padahal jumlah yang mereka gunakan masih kurang atau mereka tidak melakukan re-apply saat beraktivitas di luar ruangan.
Padahal, hal ini dapat membuat flek atau melasma sulit stabil meski pasien sudah menjalani treatment.
Karena itu, skin booster lebih tepat dipandang sebagai bagian dari rencana perawatan yang lebih menyeluruh, bukan satu-satunya solusi.
Skin Booster di Eterniskin sendiri dapat menjadi terapi pendukung sebelum atau sesudah tindakan pigmentasi. Tapi untuk mengetahui apakah itu yang paling sesuai untuk kondisi kulit Anda, konsultasi langsung dengan dokter tetap menjadi langkah yang paling penting.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Skin booster biasanya mulai terlihat efeknya kapan kalau dipakai untuk kulit dengan melasma?
Biasanya yang paling cepat terasa itu perbaikan tekstur, kelembapan, dan tampilan kulit yang lebih segar dulu. Untuk efek ke pigmentasi, hasilnya cenderung lebih bertahap dan sangat tergantung seberapa dalam fleknya, kondisi kulit, dan apakah digabung dengan treatment lain. Jadi, wajar kalau perubahan di noda gelap tidak secepat perubahan di “glow”-nya kulit.
Kalau saya punya melasma, skin booster aman dipakai bareng laser nggak?
Dalam banyak kasus, justru pendekatan gabungan seperti ini yang dipertimbangkan supaya hasilnya lebih rapi. Skin booster bisa membantu menenangkan dan memperbaiki kualitas kulit, sementara laser pigmen bekerja lebih langsung ke deposit warnanya. Yang penting, jenis tindakan dan urutannya tetap harus disesuaikan dengan kondisi kulit saat itu, karena kulit yang sedang sensitif butuh strategi yang berbeda.
Apa bedanya bekas jerawat hitam sama melasma, soalnya di wajah saya mirip banget?
Bekas jerawat hitam biasanya muncul di titik bekas jerawat yang spesifik dan bentuknya cenderung mengikuti area peradangannya. Melasma lebih sering berupa bercak yang lebih lebar, simetris, dan muncul di area seperti pipi, dahi, atau atas bibir. Kalau keduanya ada bersamaan, treatment-nya juga sering perlu dibedakan karena responsnya tidak sama.
Kalau flek saya nggak hilang-hilang, berarti skin booster memang nggak cocok buat saya?
Belum tentu nggak cocok, tapi mungkin memang bukan perawatan utamanya. Skin booster lebih sering berperan sebagai pendukung untuk memperbaiki kondisi kulit supaya terapi pigmentasi lain bekerja lebih enak. Kalau masalah utamanya adalah flek yang sudah lama, biasanya perlu dilihat apakah yang dibutuhkan justru laser pigmen, obat topikal, atau kombinasi beberapa pendekatan.
Sunscreen seperti apa yang biasanya disarankan kalau saya punya melasma?
Yang paling penting bukan cuma SPF-nya, tapi juga cara pakainya. Untuk kulit dengan melasma, sunscreen sebaiknya dipakai cukup banyak, diulang lagi kalau banyak aktivitas luar ruangan, dan idealnya dibarengi perlindungan fisik seperti topi atau payung. Karena melasma sering mudah kambuh, konsistensi proteksi matahari biasanya jauh lebih penting daripada sekadar pilih produk yang mahal.
Sumber Referensi:
- Kravebeauty, diakses pada Juni 2026, Acne Series: PIH, PIE, and Acne Scars





