Jerawat Pasir: Ciri, Penyebab, Cara Mengatasi & Mencegah

jerawat-pasir-ciri-penyebab-cara-mengatasi-mencegah

Munculnya jerawat kecil dalam jumlah yang banyak di wajah sering menimbulkan rasa kurang percaya diri karena mengganggu penampilan. Jerawat kecil yang terlihat merata di area wajah seperti di dahi, dagu atau pipi tersebut dikenal dengan istilah jerawat pasir atau bruntusan.

Meskipun ukurannya cukup kecil dan terlihat samar, namun tetap saja akan terasa kasar saat disentuh sehingga cukup mengganggu. Apalagi jerawat bisa muncul di beberapa area wajah karena jenis jerawat ini mudah menyebar, terutama di area dahi dan pipi.

Bruntusan sendiri sering disebabkan karena beberapa kondisi seperti adanya iritasi pada kulit, serta sumbatan minyak dan sel kulit mati para pori-pori. Untuk mengetahui penyebabnya secara lebih jelas, ciri-ciri, cara mengatasi dan upaya pencegahannya, Anda bisa simak ulasan berikut.

Apa itu Jerawat Pasir?

Nama lain dari jenis jerawat ini adalah bruntusan. Bentuknya menyerupai bintil-bintil kecil dalam jumlah yang banyak dan bisa tersebar di area wajah. Bintil kecil tersebut juga disebut sebagai comedonal acne dan biasanya terdiri dari beberapa jenis komedo atau papula.

Diantaranya adalah komedo putih, komedo hitam, komedo raksasa dan berbagai jenis lainnya. Dapat dikatakan bahwa jenis jerawat ini berbeda dengan jerawat inflamasi yang biasa muncul. Karena bruntusan sering muncul berupa komedo putih dan komedo hitam.

Ciri-Ciri Jerawat Pasir

jerawat-pasir-ciri-penyebab-cara-mengatasi-mencegah

Secara umum, bruntusan mirip dengan jerawat biasa yang munculnya bisa 1-2 buah. Namun keduanya memiliki ciri dan karakteristik yang cukup berbeda. Adapun ciri-ciri dari bruntusan antara lain adalah:

  • Memiliki ukuran yang lebih kecil dengan puncak kepala putih berisi lemak dan nanah.
  • Bisa muncul dalam jumlah yang sangat banyak dan tersebar merata di permukaan kulit.
  • Bisa menyebabkan kulit di area sekitarnya memerah akibat adanya peradangan parah.

Jika dilihat dari jenisnya, maka ada beberapa gejala atau ciri yang bisa ditemukan seperti berikut:

  • Komedo putih/komedo tertutup yang disebabkan sumbatan pada folikel rambut sehingga permukaannya tertutup. Bentuknya berupa bintil-bintil kecil berwarna daging atau berwarna putih.
  • Komedo hitam/komedo terbuka yang merupakan hasil tumpukan pigmen di permukaan pori-pori yang membentuk bintil-bintil gelap.
  • Komedo raksasa yang merupakan lesi besar yang memiliki bukaan besar seperti komedo.
  • Komedo matahari yang disebabkan karena adanya kerusakan akibat paparan sinar matahari. Biasanya dialami oleh orang dewasa di area pipi.
  • Makrokomedo merupakan komedo tertutup yang memiliki ukuran lebih besar dari 2-3 mm.
  • Mikrokomedo merupakan jenis bruntusan yang ukurannya sangat kecil sehingga hampir tidak terlihat namun tetap terasa ketika disentuh.

Apa Penyebab Jerawat Pasir?

Komedo atau papula yang menimbulkan bruntusan pada wajah bisa disebabkan karena adanya minyak berlebih yang bercampur sel kulit mati sehingga menghalangi kelenjar minyak di kulit. Akibatnya, pori-pori akan terlihat menonjol keluar dan membentuk semacam benjolan atau bintil kecil.

Sel kulit mati sendiri biasanya setelah terkelupas akan membentuk sel kulit baru. Namun terkadang sel kulit mati terperangkap dan berada di dalam folikel rambut. Ketika bercampur dengan sebum atau minyak alami di pori-pori, maka hal itu akan menimbulkan sumbatan dan terjadi bruntusan.

Bagaimana Cara Menghilangkan Jerawat Pasir?

jerawat-pasir-ciri-penyebab-cara-mengatasi-mencegah

Menghilangkan bruntusan bisa dibedakan menjadi 2 cara, yaitu dengan obat jerawat bebas dan dengan pengobatan dokter.

1. Obat Jerawat Bebas

Beberapa jenis obat jerawat yang beredar di pasaran bisa digunakan untuk mengatasi jerawat karena secara umum berfungsi untuk membasmi bakteri penyebab jerawat, mengurangi produksi minyak berlebih dan mempercepat proses regenerasi sel kulit. 

Biasanya kandungan obat terdiri dari 2,5%-10% benzoil peroksida yang membasmi bakteri, 0,5%-5% asam salisilat yang mencegah terjadinya sumbatan pada pori-pori, AHA (asam hidroksi alfa) yang mengangkat sel kulit mati dan mengatasi peradangan serta sulfur untuk menghilangkan minyak dan sel kulit mati.

2. Pengobatan Dokter

Jika pengobatan dengan obat jerawat bebas tidak efektif, maka bisa melakukan pengobatan ke dokter. Biasanya untuk mengatasi jerawat akan diberikan resep antibiotik untuk membunuh bakteri. Antibiotik seperti tetracycline atau doxycycline dikombinasikan dengan benzoil peroksida dan asam salisilat.

Kombinasi obat tersebut akan lebih efektif untuk mengatasi jerawat dengan cara mengatasi penumpukan sel kulit mati dan mempercepat proses penyembuhan.

Cara Mencegahnya

Jerawat parah maupun jerawat pasir yang membandel sebenarnya bisa dicegah melalui beberapa cara sederhana seperti berikut:

  • Rutin cuci muka 2 kali sehari dengan sabun cuci muka yang lembut, tidak perlu menggosok area yang berjerawat secara berlebihan, jangan terlalu lama mencuci muka agar tidak terjadi iritasi serta mengeringkan kulit setelah cuci muka.
  • Menggunakan produk skincare dan kosmetik yang sesuai jenis kulit dan tidak memiliki banyak kandungan minyak karena akan membuat kondisi jerawat semakin parah. Selain itu gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
  • Hindari kebiasaan memencet jerawat karena hal itu justru akan membuat kondisi jerawat semakin parah.

Jerawat pasir adalah jenis jerawat kecil yang jumlahnya banyak dan menyebar di area wajah. Agar jerawat bisa cepat hilang, diperlukan perawatan yang tepat. Gali lebih banyak lagi informasi seputar jerawat dan cara pengangannya di laman artikel kami, serta konsultasikan kebutuhan kulitmu ke Dokter Eterniskin. Jika ingin meminimalisir efeks samping jerawat di wajah Anda, konsultasikan kebutuhanmu ke Tim Eterniskin atau Whatsapp kami.

Mau Dapatkan Solusi
Untuk Masalah Kulitmu?

Segera konsultasikan masalah kulitmu dengan dokter Eterniskin dan dapatkan solusi terbaik.

Artikel Terkait