Ketahui Beda Filler dan Tanam Benang. Ini yang Lebih Baik!

Ketahui Beda Filler dan Tanam Benang. Ini yang Lebih Baik!

Dalam era di mana standar kecantikan semakin meningkat, beda filler dan tanam benang banyak menjadi bahan perbincangan.

Selain menjaga kesehatan kulit wajah, banyak wanita yang tertarik untuk meningkatkan penampilan mereka melalui metode filler atau tanam benang.

Kedua metode ini merupakan perawatan non-bedah, sehingga memberikan hasil yang dapat dinikmati dengan cepat.

Pertanyaannya, antara filler dan tanam benang, manakah yang lebih baik?

Untuk menjawabnya, mari kita simak perbedaan kedua metode perawatan ini dalam artikel berikut.

Baca Juga: Apa Itu Filler Hidung? Persiapan, Prosedur, Efek Samping

Apa Itu Filler?

Filler adalah prosedur medis yang melibatkan penyuntikan zat pengisi di bawah kulit untuk meningkatkan volume dan kepadatan.

Umumnya, hasil prosedur penyuntikan filler dapat bertahan selama 4  hingga 6 tahun.

Namun, penting untuk dicatat bahwa penyuntikan filler hanya dapat dilakukan oleh profesional kesehatan yang telah memiliki sertifikasi.

Apa Itu Tanam Benang?

Tanam benang merupakan prosedur yang dilakukan dengan menyuntikkan benang polypropylene melalui lapisan lemak di bawah kulit menggunakan jarum tipis.

Kemudian benang tersebut ditarik untuk mengencangkan kulit dan jaringan yang kendur.

Tujuan dari prosedur ini adalah untuk memberikan efek kencang pada kulit, sekaligus merangsang tubuh untuk menghasilkan kolagen dalam jumlah yang lebih besar di area yang dirawat.

Hasilnya, kulit akan terlihat lebih muda dan proses penuaan kulit dapat diminimalkan.

Apa Beda Filler dan Tanam Benang?

Kedua metode ini mampu meningkatkan penampilan wajah, termasuk di area hidung, dagu, bibir, dan sekitarnya.

Meski demikian, terdapat perbedaan signifikan antara kedua treatment tersebut, baik dari segi fungsi dan tujuan, bahan yang digunakan, metode yang diterapkan, maupun waktu pengerjaan dan ketahanan hasil.

Berikut penjelasan lebih rinci untuk mempermudah pemahaman perbedaan antara filler dan tanam benang:

1. Fungsi

Kedua prosedur ini dapat diterapkan pada area wajah yang sama, tetapi memiliki perbedaan fungsi yang signifikan.

Filler berperan dalam mengisi atau menambah volume, sementara tanam benang difokuskan untuk mempertegas atau mengencangkan kulit pada area tertentu.

Misalnya, jika tujuannya adalah membuat ujung hidung tampak lebih mancung, lebih disarankan untuk menggunakan filler.

Sebaliknya, jika ingin mempertegas kontur ujung hidung, prosedur tanam benang lebih sesuai.

2. Bahan

Beda filler dan tanam benang selanjutnya terletak pada bahan yang digunakan.

Filler wajah umumnya mengandalkan asam hialuronat atau hyaluronic acid (HA). Setelah disuntikkan, memberikan efek peremajaan pada kulit.

Sementara itu, tanam benang atau thread lifter menggunakan benang jahit polypropylene.

Benang ini dapat mempertegas kontur kulit, mengencangkan, dan meningkatkan estetika penampilan.

3. Metode

Dalam prosedur filler, langkah awalnya adalah memberikan suntikan cairan khusus pada area wajah, seperti hidung.

Sebelum melaksanakan tindakan ini, dokter akan melakukan analisis anatomi wajah untuk memastikan perawatan yang optimal.

Sementara itu, pada prosedur tanam benang, benang halus yang dapat diserap tubuh ditempatkan untuk mengangkat area kulit yang kendur.

Tujuannya adalah mencapai perubahan yang signifikan dan meningkatkan penampilan.

4. Waktu Pengerjaan

Metode filler terbukti lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan metode tanam benang.

Karena filler menggunakan bahan cair, proses ini hanya membutuhkan beberapa menit. Bahkan, seusai tindakan pasien dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

Sebaliknya, metode tanam benang memerlukan lebih banyak waktu, berkisar antara 30 menit hingga satu jam.

Durasi ini tergantung pada seberapa banyak benang yang diperlukan sesuai kebutuhan.

5. Daya Tahan

Perawatan dengan metode filler memiliki daya tahan antara 4 bulan hingga 2 tahun.

Meskipun demikian, prosedur retouch diperlukan untuk mempertahankan hasil dan ketahanan selama beberapa bulan ke depan.

Sedangkan, prosedur tanam benang memiliki daya tahan yang lebih lama, berkisar antara 1 hingga 2 tahun.

Jika terjadi penurunan ketahanan atau efek samping seperti benang timbul ke permukaan, retouch dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Efek Samping & Pantangan Setelah Tanam Benang Wajah/Hidung

Mana yang Lebih Baik?

Setelah memahami definisi dan perbedaan antara filler dan tanam benang, pertimbangkan kelebihan dan kekurangan keduanya untuk menentukan pilihan yang lebih sesuai.

Jika Anda menginginkan perawatan kecantikan yang cepat dan hasil instan, filler mungkin menjadi opsi yang baik, meskipun efeknya bersifat sementara.

Sebaliknya, jika Anda menginginkan hasil yang tahan lama, tanam benang bisa menjadi pilihan, meskipun prosesnya lebih lama.

Konsultasi Beda Filler dan Tanam Benang di Klinik Terpercaya

Namun, hal yang tidak kalah pentingnya adalah memilih tempat perawatan yang tepat.

Salah satu rekomendasi kami adalah Eterniskin, sebuah klinik yang menyediakan layanan perawatan kecantikan dan kesehatan kulit wajah yang aman dan terpercaya.

Di Eterniskin, Anda dapat menikmati berbagai treatment, mulai dari facial dan body treatment, hingga penanganan masalah penyakit kulit lainnya.

Untuk mendapatkan konsultasi lebih lanjut tentang beda filler dan tanam benang, jadwalkan pertemuan dengan dokter ahli di Klinik Kecantikan Eterniskin.

Artikel Terkait