Apakah Injeksi Acne Aman Dilakukan? Begini Prosedur dan Keamanannya

ineksi-acne-eterniskin

Injeksi acne merupakan salah satu tindakan yang dilakukan untuk mengatasi jerawat yang membandel. Jerawat tersebut sudah memasuki kategori parah dan sulit disembuhkan menggunakan skincare.

Prosedur ini tidak disarankan bagi penderita jerawat ringan, hanya untuk penderita jerawat berat saja. Kelebihan dari suntik jerawat ini adalah penyembuhannya yang lebih cepat, yaitu sekitar 1-2 hari saja. Namun, apakah prosedur ini aman dilakukan?

Prosedur Injeksi Acne

Suntik jerawat atau injeksi kortikosteroid adalah prosedur medis yang digunakan untuk mengobati jerawat dengan mengecilkan peradangan pada area jerawat. Steroid ini bekerja dengan cara mengurangi produksi sebum dan mengurangi inflamasi pada jerawat. Biasanya, suntik jerawat diberikan oleh dokter kulit dan dilakukan di klinik atau rumah sakit.

Menurut sebuah sumber, suntikan kortikosteroid dapat membantu meratakan benjolan akibat jerawat dalam kurun waktu 48 jam sampai 72 jam. Meskipun benjolan tersebut tidak langsung hilang, tapi ukuran bengkak benjolan tersebut akan menyusut.

Selain itu, rasa sakit dan kemerahannya pun akan berkurang. Selanjutnya, jerawat akan hilang dalam kurun waktu satu minggu setelah dilakukan injeksi. Terapi ini biasanya akan dilaksanakan dalam waktu 4-6 minggu sebanyak 2-3 siklus atau lebih. 

Apabila Anda memiliki alergi obat atau sedang mengkonsumsi pengencer darah seperti aspirin atau warfarin, sebaiknya komunikasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum dilakukan penyuntikan.

Setelah prosedur injeksi acne selesai dilakukan, dokter akan memberikan pembalut kulit di area suntikan. Anda bisa melepas balutan tersebut setelah beberapa jam dipasangkan.

Biasanya, Anda akan melihat hasil yang signifikan dalam waktu 24 jam setelah prosedur suntik jerawat. Jerawat yang diinjeksi akan menjadi lebih kecil dan kemerahan di sekitar jerawat akan berkurang. Beberapa orang mungkin mengalami efek samping ringan, seperti rasa sakit atau sedikit memar di area yang diinjeksi.

Apakah Injeksi Acne Aman?

Prosedur suntik jerawat relatif aman jika dilakukan oleh dokter kulit yang terlatih dan berpengalaman. Namun, seperti semua prosedur medis, ada risiko yang terkait dengan prosedur ini. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi termasuk infeksi, perubahan warna kulit di area yang diinjeksi, atau pembengkakan di area yang diinjeksi.

Selain itu, beberapa efek samping lainnya yang mungkin terjadi setelah melakukan suntik jerawat adalah kulit kering, terasa panas atau perih di daerah yang disuntikkan, penipisan kulit, hingga pigmentasi yang tidak merata pada kulit.

Selain itu, penggunaan steroid dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti meningkatkan risiko infeksi kulit, menghambat pertumbuhan anak-anak, serta meningkatkan risiko diabetes dan osteoporosis.

Oleh karena itu, prosedur suntik jerawat biasanya direkomendasikan untuk orang yang mengalami jerawat yang sulit diobati dengan obat topikal atau oral. Pasalnya, tidak semua orang cocok untuk prosedur ini. 

Misalnya, wanita hamil atau yang sedang menyusui, orang dengan alergi terhadap kortikosteroid, dan orang dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan prosedur ini.

Selain itu, sebelum memutuskan untuk melakukan suntik jerawat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit terlebih dahulu. Dokter kulit akan memberikan informasi yang lebih detail mengenai manfaat, risiko, dan efek samping yang mungkin terjadi dari suntik jerawat.

Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak dianjurkan untuk melakukan suntik jerawat, di antaranya yaitu sebagai berikut:

  • Menderita infeksi kulit akibat jamur, bakteri, atau virus.
  • Terkena TBC atau infeksi jamur sistemik.
  • Psoriasis yang menyebar luas.
  • Tukak lambung.
  • Diabetes yang tidak terkontrol.
  • Gagal jantung.
  • Darah tinggi atau hipertensi berat.
  • Mengalami depresi berat atau psikosis. 

Hal yang Harus Dipertimbangkan sebelum Suntik Jerawat

seperti halnya dengan prosedur medis lainnya, suntik jerawat juga memiliki potensi risiko dan efek samping yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukan suntik jerawat:

1. Potensi Efek Samping yang Tidak Diinginkan

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah melakukan suntik jerawat antara lain kulit mengelupas, memerah, atau membengkak. Selain itu, terdapat juga kemungkinan timbulnya noda atau bintik-bintik pada kulit setelah prosedur tersebut.

2. Risiko Infeksi

Suntik jerawat dapat meningkatkan risiko infeksi pada kulit, terutama jika tidak dilakukan dengan steril dan oleh orang yang tidak terlatih.

3. Tidak Boleh Dilakukan pada Semua Jenis Jerawat

Suntik jerawat biasanya efektif untuk mengobati jerawat besar dan meradang. Namun, tidak semua jenis jerawat dapat diobati dengan cara ini, seperti jerawat kecil atau komedo.

Selain suntik jerawat, sebenarnya masih banyak cara lain yang bisa dilakukan. Misalnya, dengan menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung bahan aktif seperti benzoyl peroxide, menjaga kebersihan kulit, dan menghindari kebiasaan yang dapat memperburuk kondisi kulit seperti merokok dan terlalu sering menyentuh wajah.

Ketahui informasi seputar tips menarik dan perawatan kecantikan dari Eterniskin, serta konsultasikan kebutuhanmu ke Tim Eterniskin atau Whatsapp kami.

Mau Dapatkan Solusi
Untuk Masalah Kulitmu?

Segera konsultasikan masalah kulitmu dengan dokter Eterniskin dan dapatkan solusi terbaik.

Artikel Terkait